BANDAR LAMPUNG - Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lapas Kelas I Bandarlampung mengambil inisiatif untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi para penghuninya. Instruksi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menjadi pemicu semangat untuk menyambut bulan penuh berkah ini dengan persiapan yang matang, dimulai dari kebersihan rumah ibadah.
Aksi bersih-bersih masjid yang digagas oleh Lapas Kelas I Bandarlampung ini bukan sekadar rutinitas pembersihan biasa. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi yang erat antara para petugas pemasyarakatan dengan warga binaan. Semangat gotong royong terpancar jelas saat mereka bersama-sama merawat dan membersihkan area masjid serta lingkungan sekitarnya.
"Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara petugas dan warga binaan untuk memastikan sarana ibadah dalam kondisi bersih, " kata Kepala Lapas Kelas I Bandarlampung, Ike Rahmawati, Senin (24/2/2025).
Menurut Ike, sinergisitas yang terjalin dalam kegiatan ini sangat penting. Fokus utama adalah pada kebersihan area masjid dan lingkungan kantor Lapas. Hal ini tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi dari pusat, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa nyaman bagi warga binaan dalam menjalankan ibadah mereka sepanjang bulan Ramadhan.
"Sesuai arahan dari Ditjen PAS, kami melibatkan warga binaan dan juga para pegawai untuk bahu-membahu membersihkan area masjid. Ini adalah langkah awal kami untuk memastikan pelaksanaan ibadah Ramadan berjalan lancar dan khidmat, " ujar Ike.
Lebih dari sekadar bersih-bersih, Lapas Kelas I Bandarlampung telah menyiapkan serangkaian program Ramadhan 1447 H yang komprehensif. Bagi warga binaan yang beragama Islam, agenda rutin seperti salat tarawih berjamaah akan dilaksanakan, menjadi momen kebersamaan untuk mempererat tali silaturahmi spiritual.
Selain itu, kegiatan tadarus Alquran bersama juga akan menjadi bagian penting, memberikan kesempatan bagi seluruh warga binaan muslim untuk mendalami ajaran agama. Sebuah program spesial yang sangat dinanti adalah buka puasa bersama keluarga warga binaan, yang bertujuan untuk mempererat hubungan emosional dan silaturahmi di dalam lingkungan Lapas.
Pendekatan humanis dan spiritual ini, ditegaskan oleh Ike, merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembinaan kepribadian para warga binaan. Ia percaya bahwa lingkungan yang bersih dan program keagamaan yang mendalam dapat menumbuhkan semangat perubahan positif dalam diri mereka.
"Dengan lingkungan yang bersih dan agenda yang padat akan nilai keagamaan, diharapkan warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan semangat perubahan positif, " tambah Ike.

Updates.